Copyright: Borneo Tourism Watch [BTW]

Pengantar:

Beberapa operator dan pelaku wisata di Kalimantan telah menyadari sejak lama, akan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai elemen daya tarik, dan pengimplementasian konsep Pariwisata Alternatif (lihat kembali penjelasan Pariwisata Alternatif: Apa, Siapa dan Bagaimana di Harian Kalteng Pos, Senin-Selasa 7 & 8 September 2009).

Jembatan Barito

Penerapan model pengembangan pariwisata alternatif di Kalimantan, termanifestasi dalam bentuk skala kecil, yaitu atraksi seperti Tingang bird watching (melihat jenis burung endemik Kalimantan), snake watching (melihat jenis-jenis ular yang ada di hutan Kalimantan), reptile watching (melihat jenis-jenis reptil yang hidup di Kalimantan), orang utan watching (melihat orang utan Kalimantan), Betang watching (melihat dan mengagumi rumah Betang/Lamin), hingga flora watching (melihat jenis-jenis tumbuhan endemik Kalimantan).

Pengembangan di atas nampaknya telah melangkah menuju tujuan utama pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menitikberatkan pada kelestarian ekosistem dan berbasis masyarakat lokal. Bagi dunia pariwisata internasional, maka pengembangan jenis kegiatan pariwisata alternatif lah yang diakui sebagai kegiatan pariwisata yang bertanggung jawab (responsible tourism) dan memang dapat dipertanggung jawabkan.

Bersambung..

Copyright: Borneo Tourism Watch [BTW]

Oleh: Rio S. Migang & I Made Adi Kampana |dimuat di Harian KaltengPos, Senin 2 November 2009|

Bayang-bayang Pariwisata Kalimantan

Kalimantan tidak hanya dimiliki oleh negara Indonesia, namun berbagi tempat dengan Malaysia dan Brunai Darussalam. Tentu saja bila dikaitkan dengan potensi dan sumber daya pariwisatanya, sedikit banyak memiliki kemiripan.

Kemiripan yang berbasis latar kebudayaan Melayu dan kondisi geografis yang tidak jauh berbeda tentu saja akan mengesankan para turis dunia dalam melihat pariwisata di Kalimantan sebagai sebuah kesamaan.

www riconsulateacom

Keindahan seni budaya asli Borneo

Hal inilah yang dimanfaatkan secara cerdik oleh Badan Pariwisata Malaysia dengan mencanangkan slogan secara agresif, “Truly Asia” itu di Malaysia-Borneo, jauh-jauh hari.

Akibatnya cukup fatal, “agresi” promosi melalui media elektronik internasional seperti TV CNN, BBC dan website atau search engine terutama Yahoo dan MSN (Antara News, 2008) yang gencar dengan mempertontonkan bahwa orang Dayak dan satwa endemik Orangutan adanya hanya di negara mereka, mengakibatkan tertutupnya peluang branding bagi ke-4 propinsi di Kalimantan secara efektif.

Pariwisata sebagai sebuah industri strategis dan terbesar abad 21 (WTO, 2008), ptidak lagi dikelola dengan cara konvensional serta sebatas wilayah administrasi propinsi belaka. Upaya pengembangan berbasis borderless tourism (pariwisata tanpa batas wilayah) menjadi acuan penting bagaimana mengelola potensi pariwisata menjadi efektif dan efisien. (more…)

Kerja keras nelayan Pasar Terapung Kalsel | by Denny Sutanto

Kerja keras pedagang Pasar Terapung di Kalsel | by Denny Sutanto

Industri migas adalah industri terbesar di dunia dan bersifat habis pakai. Sedangkan pariwisata diklaim oleh WTO (organisasi pariwisata dunia) sebagai industri masa depan pengganti migas karena sifatnya tidak habis pakai.

Kontras bahkan terkesan kontradiksi, demikian pendapat beberapa pihak bila diajak berdiskusi mengenai kedua bidang ini.

Bila ditilik lebih jauh, ada unsur pengikat yang sama-sama dipergunakan dan menjadi ‘bahan bakar’ untuk kedua bidang industri tersebut. Baik industri migas maupun pariwisata sama-sama mendayagunakan unsur sumber daya manusia sebagai elemen penggerak utamanya. Ide, gagasan, program hingga menjalankan operasional pelaksanaan tidak mungkin total diberikan kepada mesin.

(more…)

Copyright: Borneo Tourism Watch [BTW]
bus wisata sungai

Bus Wisata Arung Sungai | Jakarta Post file

Tulisan dengan judul di atas merupakan buah karya dari Ms. Jeannita Adisty, seorang mahasiswa yang multi talented & saat ini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Management & Tourism, Universitas Udayana Bali. Saya hanya kebagian tugas mengedit beberapa bagian saja. Dan

syukur dimuat di Harian Kalteng Pos selama 2 hari berturut-turut, Senin-Selasa 7 & 8 September 2009, dengan judul lengkap Pariwisata Alternatif: Apa, Siapa & Bagaimana?

Silahkan lihat disini, atau baca lengkap klik more..

(more…)

Copyright: Borneo Tourism Watch [BTW]

Kompetisi negara-negara ASEAN dalam mengembangkan pariwisatanya ditunjukkan dengan penciptaan slogan untuk menciptakan citra akan keunikan negaranya. Untuk mencapai promosi secara luas, tentu saja digunakan teknologi IT yang berbasis world wide web (www) secara maksimal.

Berikut logo pariwisata yang dianggap telah mewakili ikon negaranya:

visit indonesia tourism rszvisit brunai rszvisit australia rsz

visit filipin rsz

visit kamboja rsz visit laos rsz Uniquely Singapore Logo

visit malaysia 1rsz visit thailand rsz visit vietnam rsz

Menurut saya, untuk menghadapi raksasa pariwisata terutama negara tetangga Kalimantan, yakni Brunai & Malaysia, tidak perlu seluruh Indonesia menghadapinya.

Melalui kerjasama sinergi pariwisata ke-4 propinsi (Kalteng, Kaltim, Kalbar, Kalsel), saya yakin suatu saat dunia akan mengetahui bahwa Aslinya Asia (truly asia) dan Jantung Borneo (heart of Borneo) adalah Kalimantan.

Ujudnya? saya mengusulkan dibentuknya Kalimantan Tourism Board (KTB) atau Badan Pariwisata Kalimantan.

Setujukah Anda?

Copyright: Borneo Tourism Watch [BTW]

Special Report!

Ujud cinta bangsa yang diekspresikan saat Hari Kemerdekaan RI beragam. Ada lomba, bazaar & pasar malam, pemutaran film perjuangan, renungan malam, wayang semalam suntuk, hingga doa akbar bagi negeri. Bagi saya, ujud cinta bangsa terekspresikan melalui karya positif kita. Karya dari hasil kerja keras & pengorbanan, berdasarkan otentitas & orisinalitas.

Hasil karya yang bersumber dari pemikiran & perjuangan  yang otentik memiliki  mutu yang dapat dipertanggungjawabkan.

teluk pulai5rszteluk pulai4rsz

teluk pulai6rszteluk pulai7rsz

(Ket. foto searah jarum jam: |1| tinggal di rumah pambekel Teluk Pulai |2| kantor desa yang selalu tutup |3| jalan kaki 20an km ke Sei Sekonyer bersama warga lokal |4| berdiskusi dengan warga asli Bugis.

Dok. pribadi, bagian riset S2 di desa Teluk Pulai, Taman Nasional Tanjung Puting, 2005)

Sebagai sikap hormat kepada para pejuang & pahlawan, kepada para founding father Kalteng seperti Bpk. Tjilik Riwut dan penerus-penerusnya. Penulis berupaya untuk belajar menuangkan pemikiran untuk urun serta dalam membangun pariwisata Indonesia melalui Kalimantan. Melalui media non komersil WEBlog ini, akan di rilis opini & artikel terbaru:

1. VISIT KALIMANTAN: IDE & IMPLEMENTASI

2. AVANT GARDE PENDIDIKAN PARIWISATA

3. POLITIK PARIWISATA

4. RESPONSIBLE TOURISM, APA ITU?

Jakarta, 17 Agustus 2009

Copyright: Borneo Tourism Watch [BTW]

Tulisan ini dimuat sebagai ujud apresiasi terhadap HUT Kota Palangka Raya ke-44 pada tanggal 17 Juni 2009. Telah dimuat di Harian Kalteng Pos (15-16 Juni 2009) dan di portal Kalimantan Tengah www.betang.com, serta situs resmi Pemprov Kalteng www.kalteng.go.id

Beauty City in Central Borneo by HeliAgus

Beauty City in Central Borneo | HeliAgus

Perlukah diadakannya suatu badan khusus yang menangani pariwisata di bumi Kalimantan? Marilah kita telaah bersama.

Di ranah nasional, Kalteng dikenal sebagai propinsi yang mempelopori Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Kalimantan (FKRP2RK). Sektor unggulan dalam upaya percepatan pembangunan tersebut adalah infrastruktur. Sebagai pelopor utama forum tersebut tentu saja cerita memilukan bahwa kontribusi PRB Kalteng paling rendah dibanding ketiga propinsi lainnya, bukanlah halangan.

Di sisi lain, tidak kalah penting adalah perhatian pada sektor pariwisata.

Nilai penting sektor pariwisata disebabkan oleh dua hal, pertama angka kunjungan turis asing di tahun 2010 yang akan mencapai 1,046 milyar orang (WTO, 2008). Kedua, meluasnya tren model pariwisata minat khusus di abad 21 kini, dimana unsur kelaikan infrastruktur terutama jalan yang bagus, ketersediaan hotel berbintang, hingga pelayanan ala amerika, menjadi tidak begitu penting bagi para turis tersebut.
(more…)

Next Page »