Copyright: Rio S. Migang to Borneo Tourism Watch |BTW|
John Calvin tidak hanya dikenal sebagai seorang tokoh besar Reformasi Gereja. Bila menelusuri jejak pemikiran
dan sumbangsihnya terhadap bidang demokrasi, moral dan etika publik pada masyarakat sipil serta kehidupan berbangsa, mau tak mau kita akan terhenyak karena dari seseorang saja, dapat merangsang perubahan positif terhadap wajah dunia hingga saat ini, melampaui batas zaman, agama, ras, maupun suku bangsa. Calvin yang pada usia 26 tahun sudah melahirkan Institutio, sebuah masterpiece zaman Renaissance, di masa abad pertengahan sekitar tahun 1500-an dimana Kekristenan berpengaruh sangat besar terhadap dunia. Negara-negara reformed kala itu seperti Swiss, Swedia, Jerman, Belanda mengadopsi pemikiran Calvin seperti standar etos kerja yang tinggi, standar jasa dan produksi benda bermutu terbaik, mendorong nilai HAM (hak asasi manusia) yang universal dan kebebasan dalam konteks demokrasi. Beberapa tokoh cendikiawan muslim seperti Gus Dur, Nurcolish Madjid, Dawam Rahardjo, hingga Muhammad A.S. Hikam dalam beberapa seminar publik di Jakarta pun mengungkapkan kekagumannya pada pemikiran Calvin.




































