Copyright: Rio S. Migang, MSc to Borneo Tourism Watch [BTW]

Pengantar:

Beberapa operator dan pelaku wisata di Kalimantan telah menyadari sejak lama, akan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai elemen daya tarik, dan pengimplementasian konsep Pariwisata Alternatif (lihat kembali penjelasan Pariwisata Alternatif: Apa, Siapa dan Bagaimana di Harian Kalteng Pos, Senin-Selasa 7 & 8 September 2009).

Jembatan Barito

Penerapan model pengembangan pariwisata alternatif di Kalimantan, termanifestasi dalam bentuk skala kecil, yaitu atraksi seperti Tingang bird watching (melihat jenis burung endemik Kalimantan), snake watching (melihat jenis-jenis ular yang ada di hutan Kalimantan), reptile watching (melihat jenis-jenis reptil yang hidup di Kalimantan), orang utan watching (melihat orang utan Kalimantan), Betang watching (melihat dan mengagumi rumah Betang/Lamin), hingga flora watching (melihat jenis-jenis tumbuhan endemik Kalimantan).

Pengembangan di atas nampaknya telah melangkah menuju tujuan utama pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menitikberatkan pada kelestarian ekosistem dan berbasis masyarakat lokal. Bagi dunia pariwisata internasional, maka pengembangan jenis kegiatan pariwisata alternatif lah yang diakui sebagai kegiatan pariwisata yang bertanggung jawab (responsible tourism) dan memang dapat dipertanggung jawabkan.

Bersambung..